"SHALOM !!! SELAMAT DATANG DI BLOG YANG AKAN MEMBERKATI SEMUA KEKASIH TUHAN. DALAM BLOG INI, KEKASIH TUHAN AKAN DIBAWA UNTUK MENGETAHUI DAN MENGENAL KEBENARAN DAN KEBENARAN ITU PASTI AKAN MEMERDEKAKAN KITA "

Shalom !!!!

Patutlah kita semua mengucap syukur kepada Tuhan, karena kasih dan anugerahNya kita semua ada sebagaimana kita ada saat ini.
Puji Tuhan !
Setelah melewati tantangan dan berbagai pertimbangan akhirnya dengan pertolongan Tuhan, kami dapat menerbitkan sebuah renungan harian.
Kerinduan kami,
melalui renungan harian ini semua pembaca dapat merasakan dan menikmati berkat-berkat rohani.
Harapan kami,
renungan harian SOG ini dapat diterima oleh semua anak-anak Tuhan, sehingga apa yang menjadi visi dan misi kami dalam penerbitan renungan harian ini dapat terlaksana untuk hormat dan kemuliaan TUHAN
Akhirnya,
selamat membaca dan selamat menikmati berkat-berkat rohani
“Imanuel”

MENJADI SAKSI

Lukas 21:12-19

“Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”
 ( Matius 10:20 )


Pada suatu kali kita semua pasti akan diperhadapkan dengan tantangan dalam bersaksi mengenai iman kita.
Kali ini kita akan memperhatikan apa yang Yesus ajarkan mengenai perhatian kita atas apa yang akan kita katakan ketika kita berhadapan untuk bersaksi tentang Dia dalam suatu keadaan yang menentang iman Kristen. Yesus memberi jaminan pada kita bahwa Roh Kudus akan memberikan kepada kita pikiran, perkataan dan keberanian. Karena kita memang sering sekali
kekurangan pemikiran, perkataan dan keberanian. Mungkin banyak kali kita merasa kuatir atau cemas ketika membagikan iman Kristen kita pada orang lain. Atau kita gelisah dan terusik ketika iman kita ditantang oleh orang lain. Bersandarlah pada Allah dan ketahuilah suatu kenyataan bahwa Allah adalah sumber dari setiap pemikiran dan perkataan kita.
Dr. Lloyd Ogilvie mengatakan:

“Tugas kita hanyalah membuka pikiran kita dengan sikap menerima dengan tenang akan kebijaksanaan yang melebihi kapasitas kita sendiri.
Kita tidak akan pernah menjadi cukup berarti melalui keberadaan kita sendiri. Ketika kita mengira bahwa kita sudah cukup dan pantas, kita pasti akan mengalami masalah.
Seorang kristen bukanlah tentang seseorang yang bekerja untuk TUHAN, tetapi tentang seseorang yang mana kuasa TUHAN bekerja dalam dirinya.
Kita bukan berbicara untuk TUHAN, melainkan menyerahkan lidah kita untuk mengatakan pikiran yang TUHAN tanamkan pada kita.”

Apakah yang kita dapatkan dari perkataan-perkataan ini?
Dengarkanlah TUHAN terlebih dahulu sebelum berbicara, dan setelah mendengar-Nya, katakanlah dengan penuh perhatian dalam keyakinan yang teguh.

(H.N Wright)

0 Response to "MENJADI SAKSI"

Posting Komentar

RADIO ONLINE


wibiya widget2