"SHALOM !!! SELAMAT DATANG DI BLOG YANG AKAN MEMBERKATI SEMUA KEKASIH TUHAN. DALAM BLOG INI, KEKASIH TUHAN AKAN DIBAWA UNTUK MENGETAHUI DAN MENGENAL KEBENARAN DAN KEBENARAN ITU PASTI AKAN MEMERDEKAKAN KITA "

Shalom !!!!

Patutlah kita semua mengucap syukur kepada Tuhan, karena kasih dan anugerahNya kita semua ada sebagaimana kita ada saat ini.
Puji Tuhan !
Setelah melewati tantangan dan berbagai pertimbangan akhirnya dengan pertolongan Tuhan, kami dapat menerbitkan sebuah renungan harian.
Kerinduan kami,
melalui renungan harian ini semua pembaca dapat merasakan dan menikmati berkat-berkat rohani.
Harapan kami,
renungan harian SOG ini dapat diterima oleh semua anak-anak Tuhan, sehingga apa yang menjadi visi dan misi kami dalam penerbitan renungan harian ini dapat terlaksana untuk hormat dan kemuliaan TUHAN
Akhirnya,
selamat membaca dan selamat menikmati berkat-berkat rohani
“Imanuel”

JANGAN BERCERMIN PADA MANUSIA

18 Oktober 2010
           
 
1 Korintus 13:12;             
 2 Korintus 3:18

“Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka…”

( 1 Kor. 13:12a )
       Ada suatu cerita yang menarik dari Yordania mengenai cermin istimewa yang dimiliki oleh seorang raja.         Raja Abdulah dari Yordania mempunyai dua cermin yang menurutnya sangat istimewa. Dua cermin tersebut dipasang dalam kamar-kamar yang dipakainya untuk menghibur para tamunya. Keistimewahan cermin-cermin itu adalah cermin yang satu dapat membuat tamunya kelihatan kurus, cermin tersebut dipasang di ruangan sebelum mereka makan bersama. Sedangkan cermin yang satunya lagiyang dapat membuat tamunya kelihatan gemuk dipasangnya di ruangan hias setelah para tamunya itu berpindah dari ruang makan.  Pemandangan seperti ini mungkin dapat membuat tamu-tamunya merasa terhibur karena badannya yang kurus itu kelihatan gemuk atau sebaliknya menjadi sangat sedih karena badannya yang kurus itu menjadi kelihatan sangat ceking.
Kalau kita perhatikan cerita diatas, sebenarnya masalahnya bukanlah pada orang yang kurus ataupun gemuk, tetapi masalahnya adalah terletak pada kaca cermin penilai itu. Mengapa? Karena cermin itu adalah cermin yang tidak memberikan penilaian yang sebenarnya.
Saudaraku, mengapa begitu banyak orang yang kecewa dengan keberadaannya? Karena mereka lebih banyak bercermin kepada cermin yang memberikan penilaian yang tidak benar. Mereka bercermin pada orang lain atau pada penilaian orang lain.
Kalau hidup kita bercermin pada penilaian orang terhadap kita, maka kita akan menjadi orang yang kebingungan, sebab penilaian mereka sangat subyektif dan relatif. Karena bisa saja penilaian orang yang satu bertentangan dengan penilaian orang yang lainnya. Mereka memberikan gambaran tentang keadaan kita yang relatif atau mungkin yang tidak sebenarnya itu, tetapi kalau kita bercermin kepada Tuhan kita yang sempurna itu, maka kita akan melihat keadaan kita yang sebenar-benarnya.


0 Response to "JANGAN BERCERMIN PADA MANUSIA"

Posting Komentar

RADIO ONLINE


wibiya widget2